Joni akan Menyesal Setelah di Penjara.

MATARAM NTB, suaramandalika.com –
M. Wahyudiansyah. SH. selaku Pengacara Bang Zul, menyanyangkan Joni mangkir lagi dari sidang hinga Sidang ditunda lagi, persoalannya kami sudah menunggu lama di Pengadilan Negeri Mataram ini hanya ingin mendegar tututan buat terdakwa Joni hari ini. (27/05/2024)

Yudi sapaan akrabnya, menambahkan Dia (Joni) harus segera masuk Penjara sebagai konsekwensi hukum atas perbuatan mencemari nama baik orang lian, itu sebabnya kita disini mau dengan tututan dari Jakas penuntut umum.

Bukan hanya itu, Yudi juga menluncur ke Polda NTB guna melaporkan temuan baru, isu lama yang di daur ulang kembali lewat akun jurnalispusaranntb, saya yakin Joni itu akan menyesal di dalam penjara. ucap pengacara.

Opet Bujik Ketua LSM Forum Kota (Forkot), angkat bicara dan memgatakan diri secara kelembagaan tidak ingin memcampuri secara hukum, tapi kami melihat dari sisi dampak sosialnya, karena si terdakwa joni saat ini masih bergantanyangan di luar, kekawatiran kami dapat terjadi Rasis benturan suku, ini yang tidak kami inginkan.

Opet menambahkanya apalagi saat ini Tahun folitik suasana udah mulai menas jangan sampai kerena hal kecil ini suasana Politik semakin memanas, jadi pernyataan sikap kami kepada Pihak Kepolisian Polda NTB, Harus segera menahan Terdakwa Joni sesuai hukum yang berlaku, ucap Opet,

Ditempat yang sama Mancari alias Ancos selaku pihak keluarga mengatakan keberatannya kami selama ini diam saja dan patuh mengikuti segala proses jalannya persidangan, namun kami kaget Joni kembali berulah lewat akun yang baru dan masih tetap pada ceritanya semula,

Masih menurut Ancos, sepertinya kami betul betul di uji kesabaran kami ini, namun maaf kami ini Manusia tentu pasti ada batasannya, kami sudah sangat menghargai Proses hukum, sidang juga sedang berjalan ko terdakwa Joni masi berulah melakukan hal serupa lagi, jadi Harapan kami sebagai pihak keluarga korban, mohon kepada APH untuk segera melakukan tidakkan tegas/penahan kepada terdakwa joni agar tidak lagi membuat kami pusing lagi, tutur Acos. (SM).

Tinggalkan Balasan